Selasa, 23 Juni 2009

Guru SMP N 37 Medan Belajar ICT

Bertempat di Speedy Learning Centre Jl. Mongunsidi No 6 Medan Guru-guru SMP Negeri 37 medan belajar bersama tentang Information and Comunication Technologies (ICT), prakarsa ini berlangsung kelanjutan pertemuan sebelumnya antara Kepala Sekolah SMP N 37 S. Simanungkalit SE dengan Telkom pada Saat Seminar sehari tentang Education For Tomorrow di Grand Angkasa Hotel sebulan yang lalu.
Bukan kegiatan yang pertama kali hal serupa dilakukan di Speedy Learning Centre namun sudah ribuan Guru dari Kota Medan dan sekitarnya yang sudah belajar bersama ICT bersama Telkom. Memang Speedy Learning Centre ini adalah sarana yang dimiliki Telkom Medan untuk mengenalkan dunia ICT kepada komunitas manapun yang kepingin mengenal tentang ICT.
Penuh dengan rasa antusias peserta yang berprofesi sebagai Guru ini dalam sharing informasi tentang ICT pelatihan semacam ini akan berlangsung selama 2 hari dengan m,ateri mulai pengenalan internet, manfaat internet, searching engine, create email, buat blog dll.
Harapannya setelah melakukan pelatihan ini bisa tetap berdiskusi walaupun melelui media internet / email sehingga setiap perkembangan baru tentang ICT masih bisa saling share informasi, demikian penutup Basuki selaku penanggung jawab Speedy Learning Centre ini.

Sabtu, 20 Desember 2008

Rabu, 27 Agustus 2008

EGM Buka pelatihan Open Source di Speedy learning Centre


Ketergantungan menggunakan piranti lunak proprietary termasuk tidak menjalankan efisiensi mengingat piranti lunak open source, dari namanya saja sudah terbuka maka pasti tidak komersil dan masih bisa terus diupgrage dengan kreasi sesuai kebutuhan dan tetap legal.

Berangkat dari hal itulah Dirjen Aplikasi Telematika Departemen Komunikasi dan Informatika melakukan IHT terhadap aparat pemerintahan di lingkungan Pemprov-SU yang diadakan di Speedy Learning Centre M Six milik PT. Telkom. IHT ini berlangsung atas jalinan kerjasama Dirjen Aplikasi Telematika Departemen Komunikasi dan Informatika, Badan Informasi dan Komunikasi Pemprov-SU dengan PT. Telkom.


Kegiatan yang berlangsung dalam dua hari pada pembukaan hari kedua dihadiri oleh EGM Telkom DIVRE 1 Sumatera Muhammad Awaluddin dan secara resmi membuka pelatihan open sources software serta turut hadir Project Manager Officer Detiknas, Gerry Firmansyah dari Dewan Tehnologi Informasi Nasional (Detiknas) yang merupakan organisasi yang dibentuk presiden pada Nopember tahun 2006 dibawah ketua harian Menkominfo. Dewan ini mengurus semua yang mengenai tehnologi informasi nasional.


Sementara itu EGM Divre 1 Sumatra, Muhammad Awaluddin mengatakan Telkom Sumatra dari Aceh sampai Lampung dengan jumlah pegawai 2700 orang dan 70 % sudah menggunakan open sources. Salah satu keinginan penggunaan open sources Telkom bisa berhemat sampai miliaran rupiah. Open sources secara hukum legal untuk semua pengguna open sources dan kelebihannya tidak membayar licency dan menggunakan secara gratis.
Awaluddin juga menyatakan menyambut sangat positif pelatihan open sources software untuk kalangan Pemprovsu dan Telkom sangat mendukung untuk pengembangan ICT di Sumatra. Kehadiran IGOS dalam pengembangan open sources software (OSS) sudah memberikan dukungan. Speedy Learning Center (SLC) dipersiapkan untuk komunitas dan mendapat pelatihan agar paham tehnologi dalam menyongsong era ICT.


Blankon3 IHT peserta Pejabat Pemprov-SU


Sebanyak 40 orang pejabat dari berbagai instansi pemerintahan (Pemprovsu) mengikuti inhouse training (peatihan) open office di Speedy Learning Center (SLC) Medan, Selasa pagi (26/8). Pelatihan itu berlangsung atas kerjasama Depkominfo, Pemprovsu dan Telkom. Pelatihan penerapan Open Source Software (OSS) ini berlangsung dua angkatan.

Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin yang diwakili oleh Drs. Djaramen Purba MAP, Kabid Informasi Komunikasi dan Kemasyarakatan (IKK) membukan secara resmi pelatihan yang dikkuti oleh 40 SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah). Djaramen menjelaskan, bahwa in house training ini diharapkan akan dapat meningkatkan kompetensi pegawai negeri sipil (PNS) dalam memberikan pelayanan terbaik. Djaramen mengatakan, saat ini birokrasi sedang menghadapi persoalan yang serius, yakni masalah kepercayaan publik.

Djaramen meminta kepada semua peserta untuk mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh karena penggunaan OSS akan dilakukan secara besar-besaran, selain untuk mengatasi pembajakan software juga mengurangi cost (belanja) software yang cukup besar.

Sementara itu Direktur Jendral Aplikasi Telematika (Depkominfo) Cahyana Ahmadjayadi yang dwakili oleh Kasi Program Perangkat Lunak M.Neil Elhimam mengatakan, untuk mendorong kreativitas dan mengembangkan kapasitas nasional dibidang industri perangkat lunak, pemerintah telah melakukan Deklarasi Bersama tentang Indonesia Go Open Source ! (IGOS). IGOS merupakan inisiatif pemerintah dalam rangka memperkuat potensi telematika nasional dan pemanfaatam perkembangan teknologi informasi global yang cepat melalui pengembangam dan pemanfaatan Open Source Software (OSS).

Cahyana mengatakan, dengan memanfaatkan OSS kita berharap dapat menurunkan ketergantungan nasional terhadap perangkat lunak propriestary, menghemat pengeluaram negara dalam pengadaan perangkat lunak, mendorong perkembangan industri perangkat lunak nasional dan memperbaiki iklim HAKI di Indonesia.

DUKUNGAN TELKOM

Sementara itu GM Kandatel Medan R. Umam Aly dalam sambutannya mengatakan Telkom akan memberikan dukungan yang penuh terhadap upaya-upaya pengembangan ICT di Sumatra. Kehadiran IGOS dalam pengembangan open source software (OSS) sejak dari awal sudah memberikan dukungan. Kata Umam, sebahagian dari fasilsitas Speedy Learning Center telah diserahkan kepada komunitas IGOS untuk digunakan dalam kegiatannya.

Speedy Learning Center yang digunakan sebagai lokasi pelatihan adalah pusat pengembangan ICT di daerah ini. Berbagai komunitas dilatih di SLC untuk paham dan mengerti internet.

sumber intranet datel

Syaiful Hadi - Medan

Seminar Sehari Jaringan Sekolah Islam Terpadu


Bertempat di Gedung PHI Gatot Subroto Medan Minggu 24/8 lalu, telah diselenggarakan Seminar Pendidikan Islam Berbasis ICT yang diisi oleh dua nara sumber yaitu, GM Kandatel Medan, R. Umam Aly dan Koordinator Regional I - JSIT Sumbagut, Abdul Gaffar, diikuti siswa, mahasiswa dan guru lebih kurang 120 orang.

Pendidikan bukan segala-galanya tapi segala-galanya ada dalam pendidikan, karena semua ilmu apapun dapat diperoleh dari pendidikan baik formal maupun informal, setiap penduduk harus mampu mensiasati bagaimana agar generasi kita bisa mengecap pendidikan yg lebih baik guna meniti masa depan lebih cemerlang.

Tujuannya adalah; pertama Pendidikan Pra Sekolah, Memberikan stimulasi efektif bagi perkembangan aspek mental kognitif, moral, fisik, emosional dan sosial anak agar dapat mencapai tugas perkembangan secara optimal. kedua. Pendidikan Dasar, Membentuk karakter anak sehingga memiliki pengetahuan, sikap dan perilalku sesuai azaz pendidikan anak dalam islam dan kopetensi standar yang telah ditetapkan. ketiga. Pendidikan Menengah, Memberi bekal pengetahuan, sikap, keterampilan yang mengantar anak didik mencapai kopetensi pengetahuan, sikap dan keterampilan yang optimal untuk sipa memasuki gerbang pendidikan tinggi.

Dalam hal ini Umam memaparkan content ICT Convergence dimana dari semua aspek teknolgi ICT mengalami evolusi dan bergabung menjadi satu pada titik kemajuan dan selalu berkembang kearah penyempurnaan, seperti listen, read, travel, work, talk dlsb, via cooper telp sampai dengan generasi 3G mobil.

Kondisi dunia pendidikan benar benar dihadapakan kepada suatu kondisi global transpformasi yang dikelola oleh semua operator deseluruh dunia dan semua itu sangat mudah untuk diakses melalui internet, nyatanya memang demikian bahwa dunia ada diujung jari anda. Kenapa ?, karena Convegence tadi sudah merambah sampai ke rumah kita, hanya dengan satu accsess point (broadband) disuatu rumah sudah bisa menikmati banyak layanan, voice, data dan video on demand tanpa harus menggunakan kabel (Wifi). Media akses ini sangat murah dan mudah kita manfaatkan.

Dalam forum pendidikan peran Telkom sebagai operator telekomunikasi milik bangsa, mempunyai tanggung jawab dalam memajukan dunia pendidikan dan bukan hanya sebagai penyelanggara jasa telekomunikasi saja dengan upaya-upaya yang terus dilakukan dalam memperluas wilayah layanan telekomunikasi baik untuk daerah perkotaan maupun pedesaan di seluruh wilayah Indonesia. Fokus pada upaya untuk mengatasi kesenjangan digital antara daerah di Indonesia, Telkom juga menjelaskan beberapa inisiatif utama, yang dinilai efektif untuk mendukung kebangkitan era digital tersebut. Beberapa inisiatif utama yang dimaksud antara lain adalah program Education for Tomorrow (E4T) untuk mendidik 1 juta anak di Sumatra, serta membentuk INDIGO (Indonesia Digital Community). Dan disinilah program Sumatra Pulau Digital dan E4T mengambil peran, sebagai program nyata yang diimplementasikan untuk mendorong kebangkitan era digital di Indonesia dan sampai saat ini sudah lebih 400 ribu anak yang sudah dididik secara gratis oleh Telkom. Hadis-hadist dan Alquran juga bisa kita peroleh dengan mudah dan ilmu apa saja sesuai kebutuhan kita, demikian Umam.

Dengan tajuk “Creating e-Village through Sumatera Digital Island and Empowering School Network through E4T (Education for Tomorrow)”, Umam memaparkan penyelenggaraan program-program digital Sumatra ini baik dari sisi proses, pendekatan kepada masyarakat, serta upaya memperkenalkan aspek manfaat bagi perekonomian masyarakat dan kemajuan-kemajuan yang dapat diperoleh oleh masyarakat dengan kehadiran ICT di daerah terkait. Seperti kampung digital Diski Bintang Terang sudah dilihat oleh 8 negara via internet dan potensi daerah tersebut lebih dikenal oleh negara-negara yang selama ini tidak mengetahuinya.

Divre I Sumatra berusaha memberikan dukungan penuh kepada komunitas siswa, guru, dan lainnya agar dapat benar-benar menjadi komunitas digital yang melek internet. Ada begitu banyak hal yang telah dilakukan menuju Sumatra Pulau Digital. Tidak hanya sebatas menyediakan akses internet saja, tetapi Telkom Sumatra juga terus memperkaya content-content dari akses tersebut, dan mendorong pembangunan komunitas-komunitas yang berbasis teknologi digital. Fasilitas tersebut dapat secara gratis seperti yang ada di Jl. Monginsidi Medan dan di Sentral Otamat Kancatel Langkat di Binjai, untuk dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam menggali ilmu apa saja yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat.

Sebut saja diantaranya adalah pembangunan Masjid Digital, Sekolah Digital, Kampung Digital, Pustaka Digital, Gereja Digital dan masih banyak lagi. Bahwa selain membangun komunitas-komunitas Digital, Telkom Sumatra secara berkesinambungan juga terus meningkatkan pemahaman masyarakat akan teknologi ICT melalui program-program khusus, Education for Tomorrow ini akan membawa peluang yang lebih besar bagi kita untuk mendapat dukungan dari komunitas pendidik dan siswa dalam upaya percepatan peningkatan peranan ICT dalam setiap aspek kehidupan masyarakat.

Hal yang sangat penting perlu dicermati dalam dunia internet adalah kita sebagai siswa dan guru sebagai pendidik serta orangtua untuk dapat mem-filter semua informasi positif, karena internet dapat dianologikan ibarat sebuah pisau, jika digunakan untuk memasak didapur adalah hal positif, tetapi jika dipergunakan untuk membunuh akan menimbulkan kerugian pada orang lain dan penggunanya.

Selanjutnya pihak guru dan siswa yang hadir umumnya minta dukungan Telkom baik sarana dan prasarana untuk menunjang kemajuan sekolah-sekolah mereka dalam bidang ICT, khusus mengenai dukungan tersebut sudah disalurkan melalui program CDC dan CSR (Corporate Social Responsibilty) namun mungkin belum menjangkau kesemua komunitas yang begitu banyak dan tersebar disemua daerah, Telkom terus berkesinambungan dalam usaha penyaluran CSR guna membantu kemajuan Sumatra.

Maju terus dunia pendidikan Indonesia dan Sumatra khusunya dalam menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenagkan, dinamis dan kreatif bersama Telkom.

sumber intranet datel

syaf-adr-chr-mdn

Kamis, 21 Agustus 2008

HARI INI 15 GURU DI KOTA MEDAN MENGAKIRI PELATIHAN ICT


Sejumlah 15 Guru tergabung dalam PGRI Kota Medan telah selesai mengikuti pelatihan ICT yang diselenggarakan di Speedy Learning Centre milik PT. Telkom Kandatel Medan. Pelatihan ini sudah berlangsung selama 3 hari yang sedianya akan diikuti oleh 40 guru dari tiga kecamatan di Kota Medan namun yang paling banyak hadir hanyalah dari Kecamatan Medan Tuntungan.

Pelatihan seperti ini bagi PGRI Kota Medan sudah berlangsung selama 13 angkatan yang rata-rata satu angkatan sejumlah 40 orang. Dalam kesempatan pelatihan kali ini diawali dari materi dasar pengenalan tentang computer, pengertian tentang internet, manfaat internet, cara mengakses internet dan mendapatkan informasi dari internet.
Pada hari kedua pelatihan mencoba masing-masing peserta membuat account email dan berhasil semuanya membuat dan juga melakukan kirim terima berikut attachfile nya malah ada yang langsung menggunakan salah satu fitur di email tersebut sebagai media chatting.

Pada hari ketiga ini dilanjutkan dengan pembuatan blog yang sebelumnya didemokan terlebih dahulu dan baru kemudian setiap peserta membuat blog masing-masing. Peserta sangat antusias mengikuti pelatihan ini karena memang berbeda dengan pelatihan yang lainnya, disamping karena interaktif dan langsung praktek namun juga materi yang menarik untuk kehidupan sehari-hari.

Banyak peserta yang mengaku baru pertama mengikuti pelatihan seperti ini dan masih banyak berharap untuk pengembangan selanjutnya. Mengingat PT. Telkom dan PGRI sudah membuat jadual yang sudah sudah terinci dan Speedy Learning Centre sudah terisi sampai dengan akir tahun ini maka pengulangan pelatihan belum bias dilakukan, tujuannya hanya semata-mata pemerataan bagi guru dan professional lainnya yang sudah terdaftar.

Selasa, 12 Agustus 2008

GURU SMP NEGERI I LABUHAN DELI BELAJAR ICT DI TELKOM


Sejumlah 32 Guru smp Negeri I Labuhan Deli melakukan pelatihan Information & Communication Technology (ICT) di Speedy Learning Centre Jl. Mongunsidi no. 06 Medan yang di fasilitasi PT. Telkom Kandatel Medan.

Dalam kesempatan pembukaan pelatihan tersebut perwakilan peserta dalam sambutannya mengharapkan kepada para peserta untuk tekun mengikuti pelatihan ini agar dapat mengimbangi kemajuan didunia informasi, lebih lanjut mengharapkan juga dengan selesainya pelatihan ini maka peserta berkewajiban untuk menularkannya ke lingkungan terdekat baik kepada rekan sejawat di sekolah, dilingkungan keluarga dan lingkungan tempat tinggal agar hasil pelatihan ini juga dapat dinikmati oleh semua orang.
Dikesempatan lain Hasugian juga mengucapkan terimakasih kepada Telkom perusahaan besar yang peduli terhadap Guru yang rata-rata masih perlu belajar internet bahkan masih ada yang belum mengenal internet.

Pada pelatihan kali ini diterima oleh Basuki sebagai penanggung jawab Speedy Learning Centre di Medan dan dengan antusias dan hangat menyambut para peserta yang berprofesi sebagai pendidik ini yang bersemangat untuk belajar mengenal dunia ICT, dikatakannya bahwa program semacam ini sudah berlangsung sejak akir bulan April yang lalu dan kali ini adalah angkatan ke XII untuk Guru-guru diseputaran Medan.
Pada hari ini juga telah selesai dan ditutup pelatihan yang ICT yang diikuti oleh siswa SMP Negeri I Labuhan Deli sebanyak 7 angkatan masing-masing 40 siswa.

Ruang speedy Learning Centre ini memang segaja didesign untuk pusat belajar ICT bukan hanya Guru namun komunitas lain yang berminat untuk belajar ICT baik dari lembaga pemerintahan, TNI, POLRI Lembaga Swadaya Lain termasuk ikatan Profesional selain yang bernuansa politik, demikian imbuhnya sekaligus mengakiri.