Sabtu, 20 Desember 2008
Rabu, 27 Agustus 2008
EGM Buka pelatihan Open Source di Speedy learning Centre

Ketergantungan menggunakan piranti lunak proprietary termasuk tidak menjalankan efisiensi mengingat piranti lunak open source, dari namanya saja sudah terbuka maka pasti tidak komersil dan masih bisa terus diupgrage dengan kreasi sesuai kebutuhan dan tetap legal.
Berangkat dari hal itulah Dirjen Aplikasi Telematika Departemen Komunikasi dan Informatika melakukan IHT terhadap aparat pemerintahan di lingkungan Pemprov-SU yang diadakan di Speedy Learning Centre M Six milik PT. Telkom. IHT ini berlangsung atas jalinan kerjasama Dirjen Aplikasi Telematika Departemen Komunikasi dan Informatika, Badan Informasi dan Komunikasi Pemprov-SU dengan PT. Telkom.
Kegiatan yang berlangsung dalam dua hari pada pembukaan hari kedua dihadiri oleh EGM Telkom DIVRE 1 Sumatera Muhammad Awaluddin dan secara resmi membuka pelatihan open sources software serta turut hadir Project Manager Officer Detiknas, Gerry Firmansyah dari Dewan Tehnologi Informasi Nasional (Detiknas) yang merupakan organisasi yang dibentuk presiden pada Nopember tahun 2006 dibawah ketua harian Menkominfo. Dewan ini mengurus semua yang mengenai tehnologi informasi nasional.
Sementara itu EGM Divre 1 Sumatra, Muhammad Awaluddin mengatakan Telkom Sumatra dari Aceh sampai Lampung dengan jumlah pegawai 2700 orang dan 70 % sudah menggunakan open sources. Salah satu keinginan penggunaan open sources Telkom bisa berhemat sampai miliaran rupiah. Open sources secara hukum legal untuk semua pengguna open sources dan kelebihannya tidak membayar licency dan menggunakan secara gratis.
Awaluddin juga menyatakan menyambut sangat positif pelatihan open sources software untuk kalangan Pemprovsu dan Telkom sangat mendukung untuk pengembangan ICT di Sumatra. Kehadiran IGOS dalam pengembangan open sources software (OSS) sudah memberikan dukungan. Speedy Learning Center (SLC) dipersiapkan untuk komunitas dan mendapat pelatihan agar paham tehnologi dalam menyongsong era ICT.
Awaluddin juga menyatakan menyambut sangat positif pelatihan open sources software untuk kalangan Pemprovsu dan Telkom sangat mendukung untuk pengembangan ICT di Sumatra. Kehadiran IGOS dalam pengembangan open sources software (OSS) sudah memberikan dukungan. Speedy Learning Center (SLC) dipersiapkan untuk komunitas dan mendapat pelatihan agar paham tehnologi dalam menyongsong era ICT.
Blankon3 IHT peserta Pejabat Pemprov-SU

Sebanyak 40 orang pejabat dari berbagai instansi pemerintahan (Pemprovsu) mengikuti inhouse training (peatihan) open office di Speedy Learning Center (SLC) Medan, Selasa pagi (26/8). Pelatihan itu berlangsung atas kerjasama Depkominfo, Pemprovsu dan Telkom. Pelatihan penerapan Open Source Software (OSS) ini berlangsung dua angkatan.
Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin yang diwakili oleh Drs. Djaramen Purba MAP, Kabid Informasi Komunikasi dan Kemasyarakatan (IKK) membukan secara resmi pelatihan yang dikkuti oleh 40 SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah). Djaramen menjelaskan, bahwa in house training ini diharapkan akan dapat meningkatkan kompetensi pegawai negeri sipil (PNS) dalam memberikan pelayanan terbaik. Djaramen mengatakan, saat ini birokrasi sedang menghadapi persoalan yang serius, yakni masalah kepercayaan publik.
Djaramen meminta kepada semua peserta untuk mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh karena penggunaan OSS akan dilakukan secara besar-besaran, selain untuk mengatasi pembajakan software juga mengurangi cost (belanja) software yang cukup besar.
Sementara itu Direktur Jendral Aplikasi Telematika (Depkominfo) Cahyana Ahmadjayadi yang dwakili oleh Kasi Program Perangkat Lunak M.Neil Elhimam mengatakan, untuk mendorong kreativitas dan mengembangkan kapasitas nasional dibidang industri perangkat lunak, pemerintah telah melakukan Deklarasi Bersama tentang Indonesia Go Open Source ! (IGOS). IGOS merupakan inisiatif pemerintah dalam rangka memperkuat potensi telematika nasional dan pemanfaatam perkembangan teknologi informasi global yang cepat melalui pengembangam dan pemanfaatan Open Source Software (OSS).
Cahyana mengatakan, dengan memanfaatkan OSS kita berharap dapat menurunkan ketergantungan nasional terhadap perangkat lunak propriestary, menghemat pengeluaram negara dalam pengadaan perangkat lunak, mendorong perkembangan industri perangkat lunak nasional dan memperbaiki iklim HAKI di Indonesia.
DUKUNGAN TELKOM
Sementara itu GM Kandatel Medan R. Umam Aly dalam sambutannya mengatakan Telkom akan memberikan dukungan yang penuh terhadap upaya-upaya pengembangan ICT di Sumatra. Kehadiran IGOS dalam pengembangan open source software (OSS) sejak dari awal sudah memberikan dukungan. Kata Umam, sebahagian dari fasilsitas Speedy Learning Center telah diserahkan kepada komunitas IGOS untuk digunakan dalam kegiatannya.
Speedy Learning Center yang digunakan sebagai lokasi pelatihan adalah pusat pengembangan ICT di daerah ini. Berbagai komunitas dilatih di SLC untuk paham dan mengerti internet.
sumber intranet datel
Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin yang diwakili oleh Drs. Djaramen Purba MAP, Kabid Informasi Komunikasi dan Kemasyarakatan (IKK) membukan secara resmi pelatihan yang dikkuti oleh 40 SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah). Djaramen menjelaskan, bahwa in house training ini diharapkan akan dapat meningkatkan kompetensi pegawai negeri sipil (PNS) dalam memberikan pelayanan terbaik. Djaramen mengatakan, saat ini birokrasi sedang menghadapi persoalan yang serius, yakni masalah kepercayaan publik.
Djaramen meminta kepada semua peserta untuk mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh karena penggunaan OSS akan dilakukan secara besar-besaran, selain untuk mengatasi pembajakan software juga mengurangi cost (belanja) software yang cukup besar.
Sementara itu Direktur Jendral Aplikasi Telematika (Depkominfo) Cahyana Ahmadjayadi yang dwakili oleh Kasi Program Perangkat Lunak M.Neil Elhimam mengatakan, untuk mendorong kreativitas dan mengembangkan kapasitas nasional dibidang industri perangkat lunak, pemerintah telah melakukan Deklarasi Bersama tentang Indonesia Go Open Source ! (IGOS). IGOS merupakan inisiatif pemerintah dalam rangka memperkuat potensi telematika nasional dan pemanfaatam perkembangan teknologi informasi global yang cepat melalui pengembangam dan pemanfaatan Open Source Software (OSS).
Cahyana mengatakan, dengan memanfaatkan OSS kita berharap dapat menurunkan ketergantungan nasional terhadap perangkat lunak propriestary, menghemat pengeluaram negara dalam pengadaan perangkat lunak, mendorong perkembangan industri perangkat lunak nasional dan memperbaiki iklim HAKI di Indonesia.
DUKUNGAN TELKOM
Sementara itu GM Kandatel Medan R. Umam Aly dalam sambutannya mengatakan Telkom akan memberikan dukungan yang penuh terhadap upaya-upaya pengembangan ICT di Sumatra. Kehadiran IGOS dalam pengembangan open source software (OSS) sejak dari awal sudah memberikan dukungan. Kata Umam, sebahagian dari fasilsitas Speedy Learning Center telah diserahkan kepada komunitas IGOS untuk digunakan dalam kegiatannya.
Speedy Learning Center yang digunakan sebagai lokasi pelatihan adalah pusat pengembangan ICT di daerah ini. Berbagai komunitas dilatih di SLC untuk paham dan mengerti internet.
sumber intranet datel
Syaiful Hadi - Medan
Seminar Sehari Jaringan Sekolah Islam Terpadu

Bertempat di Gedung PHI Gatot Subroto Medan Minggu 24/8 lalu, telah diselenggarakan Seminar Pendidikan Islam Berbasis ICT yang diisi oleh dua nara sumber yaitu, GM Kandatel Medan, R. Umam Aly dan Koordinator Regional I - JSIT Sumbagut, Abdul Gaffar, diikuti siswa, mahasiswa dan guru lebih kurang 120 orang.
Pendidikan bukan segala-galanya tapi segala-galanya ada dalam pendidikan, karena semua ilmu apapun dapat diperoleh dari pendidikan baik formal maupun informal, setiap penduduk harus mampu mensiasati bagaimana agar generasi kita bisa mengecap pendidikan yg lebih baik guna meniti masa depan lebih cemerlang.
Tujuannya adalah; pertama Pendidikan Pra Sekolah, Memberikan stimulasi efektif bagi perkembangan aspek mental kognitif, moral, fisik, emosional dan sosial anak agar dapat mencapai tugas perkembangan secara optimal. kedua. Pendidikan Dasar, Membentuk karakter anak sehingga memiliki pengetahuan, sikap dan perilalku sesuai azaz pendidikan anak dalam islam dan kopetensi standar yang telah ditetapkan. ketiga. Pendidikan Menengah, Memberi bekal pengetahuan, sikap, keterampilan yang mengantar anak didik mencapai kopetensi pengetahuan, sikap dan keterampilan yang optimal untuk sipa memasuki gerbang pendidikan tinggi.
Dalam hal ini Umam memaparkan content ICT Convergence dimana dari semua aspek teknolgi ICT mengalami evolusi dan bergabung menjadi satu pada titik kemajuan dan selalu berkembang kearah penyempurnaan, seperti listen, read, travel, work, talk dlsb, via cooper telp sampai dengan generasi 3G mobil.
Kondisi dunia pendidikan benar benar dihadapakan kepada suatu kondisi global transpformasi yang dikelola oleh semua operator deseluruh dunia dan semua itu sangat mudah untuk diakses melalui internet, nyatanya memang demikian bahwa dunia ada diujung jari anda. Kenapa ?, karena Convegence tadi sudah merambah sampai ke rumah kita, hanya dengan satu accsess point (broadband) disuatu rumah sudah bisa menikmati banyak layanan, voice, data dan video on demand tanpa harus menggunakan kabel (Wifi). Media akses ini sangat murah dan mudah kita manfaatkan.
Dalam forum pendidikan peran Telkom sebagai operator telekomunikasi milik bangsa, mempunyai tanggung jawab dalam memajukan dunia pendidikan dan bukan hanya sebagai penyelanggara jasa telekomunikasi saja dengan upaya-upaya yang terus dilakukan dalam memperluas wilayah layanan telekomunikasi baik untuk daerah perkotaan maupun pedesaan di seluruh wilayah Indonesia. Fokus pada upaya untuk mengatasi kesenjangan digital antara daerah di Indonesia, Telkom juga menjelaskan beberapa inisiatif utama, yang dinilai efektif untuk mendukung kebangkitan era digital tersebut. Beberapa inisiatif utama yang dimaksud antara lain adalah program Education for Tomorrow (E4T) untuk mendidik 1 juta anak di Sumatra, serta membentuk INDIGO (Indonesia Digital Community). Dan disinilah program Sumatra Pulau Digital dan E4T mengambil peran, sebagai program nyata yang diimplementasikan untuk mendorong kebangkitan era digital di Indonesia dan sampai saat ini sudah lebih 400 ribu anak yang sudah dididik secara gratis oleh Telkom. Hadis-hadist dan Alquran juga bisa kita peroleh dengan mudah dan ilmu apa saja sesuai kebutuhan kita, demikian Umam.
Dengan tajuk “Creating e-Village through Sumatera Digital Island and Empowering School Network through E4T (Education for Tomorrow)”, Umam memaparkan penyelenggaraan program-program digital Sumatra ini baik dari sisi proses, pendekatan kepada masyarakat, serta upaya memperkenalkan aspek manfaat bagi perekonomian masyarakat dan kemajuan-kemajuan yang dapat diperoleh oleh masyarakat dengan kehadiran ICT di daerah terkait. Seperti kampung digital Diski Bintang Terang sudah dilihat oleh 8 negara via internet dan potensi daerah tersebut lebih dikenal oleh negara-negara yang selama ini tidak mengetahuinya.
Divre I Sumatra berusaha memberikan dukungan penuh kepada komunitas siswa, guru, dan lainnya agar dapat benar-benar menjadi komunitas digital yang melek internet. Ada begitu banyak hal yang telah dilakukan menuju Sumatra Pulau Digital. Tidak hanya sebatas menyediakan akses internet saja, tetapi Telkom Sumatra juga terus memperkaya content-content dari akses tersebut, dan mendorong pembangunan komunitas-komunitas yang berbasis teknologi digital. Fasilitas tersebut dapat secara gratis seperti yang ada di Jl. Monginsidi Medan dan di Sentral Otamat Kancatel Langkat di Binjai, untuk dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam menggali ilmu apa saja yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat.
Sebut saja diantaranya adalah pembangunan Masjid Digital, Sekolah Digital, Kampung Digital, Pustaka Digital, Gereja Digital dan masih banyak lagi. Bahwa selain membangun komunitas-komunitas Digital, Telkom Sumatra secara berkesinambungan juga terus meningkatkan pemahaman masyarakat akan teknologi ICT melalui program-program khusus, Education for Tomorrow ini akan membawa peluang yang lebih besar bagi kita untuk mendapat dukungan dari komunitas pendidik dan siswa dalam upaya percepatan peningkatan peranan ICT dalam setiap aspek kehidupan masyarakat.
Hal yang sangat penting perlu dicermati dalam dunia internet adalah kita sebagai siswa dan guru sebagai pendidik serta orangtua untuk dapat mem-filter semua informasi positif, karena internet dapat dianologikan ibarat sebuah pisau, jika digunakan untuk memasak didapur adalah hal positif, tetapi jika dipergunakan untuk membunuh akan menimbulkan kerugian pada orang lain dan penggunanya.
Selanjutnya pihak guru dan siswa yang hadir umumnya minta dukungan Telkom baik sarana dan prasarana untuk menunjang kemajuan sekolah-sekolah mereka dalam bidang ICT, khusus mengenai dukungan tersebut sudah disalurkan melalui program CDC dan CSR (Corporate Social Responsibilty) namun mungkin belum menjangkau kesemua komunitas yang begitu banyak dan tersebar disemua daerah, Telkom terus berkesinambungan dalam usaha penyaluran CSR guna membantu kemajuan Sumatra.
Maju terus dunia pendidikan Indonesia dan Sumatra khusunya dalam menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenagkan, dinamis dan kreatif bersama Telkom.
sumber intranet datel
Pendidikan bukan segala-galanya tapi segala-galanya ada dalam pendidikan, karena semua ilmu apapun dapat diperoleh dari pendidikan baik formal maupun informal, setiap penduduk harus mampu mensiasati bagaimana agar generasi kita bisa mengecap pendidikan yg lebih baik guna meniti masa depan lebih cemerlang.
Tujuannya adalah; pertama Pendidikan Pra Sekolah, Memberikan stimulasi efektif bagi perkembangan aspek mental kognitif, moral, fisik, emosional dan sosial anak agar dapat mencapai tugas perkembangan secara optimal. kedua. Pendidikan Dasar, Membentuk karakter anak sehingga memiliki pengetahuan, sikap dan perilalku sesuai azaz pendidikan anak dalam islam dan kopetensi standar yang telah ditetapkan. ketiga. Pendidikan Menengah, Memberi bekal pengetahuan, sikap, keterampilan yang mengantar anak didik mencapai kopetensi pengetahuan, sikap dan keterampilan yang optimal untuk sipa memasuki gerbang pendidikan tinggi.
Dalam hal ini Umam memaparkan content ICT Convergence dimana dari semua aspek teknolgi ICT mengalami evolusi dan bergabung menjadi satu pada titik kemajuan dan selalu berkembang kearah penyempurnaan, seperti listen, read, travel, work, talk dlsb, via cooper telp sampai dengan generasi 3G mobil.
Kondisi dunia pendidikan benar benar dihadapakan kepada suatu kondisi global transpformasi yang dikelola oleh semua operator deseluruh dunia dan semua itu sangat mudah untuk diakses melalui internet, nyatanya memang demikian bahwa dunia ada diujung jari anda. Kenapa ?, karena Convegence tadi sudah merambah sampai ke rumah kita, hanya dengan satu accsess point (broadband) disuatu rumah sudah bisa menikmati banyak layanan, voice, data dan video on demand tanpa harus menggunakan kabel (Wifi). Media akses ini sangat murah dan mudah kita manfaatkan.
Dalam forum pendidikan peran Telkom sebagai operator telekomunikasi milik bangsa, mempunyai tanggung jawab dalam memajukan dunia pendidikan dan bukan hanya sebagai penyelanggara jasa telekomunikasi saja dengan upaya-upaya yang terus dilakukan dalam memperluas wilayah layanan telekomunikasi baik untuk daerah perkotaan maupun pedesaan di seluruh wilayah Indonesia. Fokus pada upaya untuk mengatasi kesenjangan digital antara daerah di Indonesia, Telkom juga menjelaskan beberapa inisiatif utama, yang dinilai efektif untuk mendukung kebangkitan era digital tersebut. Beberapa inisiatif utama yang dimaksud antara lain adalah program Education for Tomorrow (E4T) untuk mendidik 1 juta anak di Sumatra, serta membentuk INDIGO (Indonesia Digital Community). Dan disinilah program Sumatra Pulau Digital dan E4T mengambil peran, sebagai program nyata yang diimplementasikan untuk mendorong kebangkitan era digital di Indonesia dan sampai saat ini sudah lebih 400 ribu anak yang sudah dididik secara gratis oleh Telkom. Hadis-hadist dan Alquran juga bisa kita peroleh dengan mudah dan ilmu apa saja sesuai kebutuhan kita, demikian Umam.
Dengan tajuk “Creating e-Village through Sumatera Digital Island and Empowering School Network through E4T (Education for Tomorrow)”, Umam memaparkan penyelenggaraan program-program digital Sumatra ini baik dari sisi proses, pendekatan kepada masyarakat, serta upaya memperkenalkan aspek manfaat bagi perekonomian masyarakat dan kemajuan-kemajuan yang dapat diperoleh oleh masyarakat dengan kehadiran ICT di daerah terkait. Seperti kampung digital Diski Bintang Terang sudah dilihat oleh 8 negara via internet dan potensi daerah tersebut lebih dikenal oleh negara-negara yang selama ini tidak mengetahuinya.
Divre I Sumatra berusaha memberikan dukungan penuh kepada komunitas siswa, guru, dan lainnya agar dapat benar-benar menjadi komunitas digital yang melek internet. Ada begitu banyak hal yang telah dilakukan menuju Sumatra Pulau Digital. Tidak hanya sebatas menyediakan akses internet saja, tetapi Telkom Sumatra juga terus memperkaya content-content dari akses tersebut, dan mendorong pembangunan komunitas-komunitas yang berbasis teknologi digital. Fasilitas tersebut dapat secara gratis seperti yang ada di Jl. Monginsidi Medan dan di Sentral Otamat Kancatel Langkat di Binjai, untuk dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam menggali ilmu apa saja yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat.
Sebut saja diantaranya adalah pembangunan Masjid Digital, Sekolah Digital, Kampung Digital, Pustaka Digital, Gereja Digital dan masih banyak lagi. Bahwa selain membangun komunitas-komunitas Digital, Telkom Sumatra secara berkesinambungan juga terus meningkatkan pemahaman masyarakat akan teknologi ICT melalui program-program khusus, Education for Tomorrow ini akan membawa peluang yang lebih besar bagi kita untuk mendapat dukungan dari komunitas pendidik dan siswa dalam upaya percepatan peningkatan peranan ICT dalam setiap aspek kehidupan masyarakat.
Hal yang sangat penting perlu dicermati dalam dunia internet adalah kita sebagai siswa dan guru sebagai pendidik serta orangtua untuk dapat mem-filter semua informasi positif, karena internet dapat dianologikan ibarat sebuah pisau, jika digunakan untuk memasak didapur adalah hal positif, tetapi jika dipergunakan untuk membunuh akan menimbulkan kerugian pada orang lain dan penggunanya.
Selanjutnya pihak guru dan siswa yang hadir umumnya minta dukungan Telkom baik sarana dan prasarana untuk menunjang kemajuan sekolah-sekolah mereka dalam bidang ICT, khusus mengenai dukungan tersebut sudah disalurkan melalui program CDC dan CSR (Corporate Social Responsibilty) namun mungkin belum menjangkau kesemua komunitas yang begitu banyak dan tersebar disemua daerah, Telkom terus berkesinambungan dalam usaha penyaluran CSR guna membantu kemajuan Sumatra.
Maju terus dunia pendidikan Indonesia dan Sumatra khusunya dalam menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenagkan, dinamis dan kreatif bersama Telkom.
sumber intranet datel
syaf-adr-chr-mdn
Kamis, 21 Agustus 2008
HARI INI 15 GURU DI KOTA MEDAN MENGAKIRI PELATIHAN ICT
Sejumlah 15 Guru tergabung dalam PGRI Kota Medan telah selesai mengikuti pelatihan ICT yang diselenggarakan di Speedy Learning Centre milik PT. Telkom Kandatel Medan. Pelatihan ini sudah berlangsung selama 3 hari yang sedianya akan diikuti oleh 40 guru dari tiga kecamatan di Kota Medan namun yang paling banyak hadir hanyalah dari Kecamatan Medan Tuntungan.
Pelatihan seperti ini bagi PGRI Kota Medan sudah berlangsung selama 13 angkatan yang rata-rata satu angkatan sejumlah 40 orang. Dalam kesempatan pelatihan kali ini diawali dari materi dasar pengenalan tentang computer, pengertian tentang internet, manfaat internet, cara mengakses internet dan mendapatkan informasi dari internet.
Pada hari kedua pelatihan mencoba masing-masing peserta membuat account email dan berhasil semuanya membuat dan juga melakukan kirim terima berikut attachfile nya malah ada yang langsung menggunakan salah satu fitur di email tersebut sebagai media chatting.
Pada hari ketiga ini dilanjutkan dengan pembuatan blog yang sebelumnya didemokan terlebih dahulu dan baru kemudian setiap peserta membuat blog masing-masing. Peserta sangat antusias mengikuti pelatihan ini karena memang berbeda dengan pelatihan yang lainnya, disamping karena interaktif dan langsung praktek namun juga materi yang menarik untuk kehidupan sehari-hari.
Banyak peserta yang mengaku baru pertama mengikuti pelatihan seperti ini dan masih banyak berharap untuk pengembangan selanjutnya. Mengingat PT. Telkom dan PGRI sudah membuat jadual yang sudah sudah terinci dan Speedy Learning Centre sudah terisi sampai dengan akir tahun ini maka pengulangan pelatihan belum bias dilakukan, tujuannya hanya semata-mata pemerataan bagi guru dan professional lainnya yang sudah terdaftar.
Pelatihan seperti ini bagi PGRI Kota Medan sudah berlangsung selama 13 angkatan yang rata-rata satu angkatan sejumlah 40 orang. Dalam kesempatan pelatihan kali ini diawali dari materi dasar pengenalan tentang computer, pengertian tentang internet, manfaat internet, cara mengakses internet dan mendapatkan informasi dari internet.
Pada hari kedua pelatihan mencoba masing-masing peserta membuat account email dan berhasil semuanya membuat dan juga melakukan kirim terima berikut attachfile nya malah ada yang langsung menggunakan salah satu fitur di email tersebut sebagai media chatting.
Pada hari ketiga ini dilanjutkan dengan pembuatan blog yang sebelumnya didemokan terlebih dahulu dan baru kemudian setiap peserta membuat blog masing-masing. Peserta sangat antusias mengikuti pelatihan ini karena memang berbeda dengan pelatihan yang lainnya, disamping karena interaktif dan langsung praktek namun juga materi yang menarik untuk kehidupan sehari-hari.
Banyak peserta yang mengaku baru pertama mengikuti pelatihan seperti ini dan masih banyak berharap untuk pengembangan selanjutnya. Mengingat PT. Telkom dan PGRI sudah membuat jadual yang sudah sudah terinci dan Speedy Learning Centre sudah terisi sampai dengan akir tahun ini maka pengulangan pelatihan belum bias dilakukan, tujuannya hanya semata-mata pemerataan bagi guru dan professional lainnya yang sudah terdaftar.
Selasa, 12 Agustus 2008
GURU SMP NEGERI I LABUHAN DELI BELAJAR ICT DI TELKOM
Sejumlah 32 Guru smp Negeri I Labuhan Deli melakukan pelatihan Information & Communication Technology (ICT) di Speedy Learning Centre Jl. Mongunsidi no. 06 Medan yang di fasilitasi PT. Telkom Kandatel Medan.
Dalam kesempatan pembukaan pelatihan tersebut perwakilan peserta dalam sambutannya mengharapkan kepada para peserta untuk tekun mengikuti pelatihan ini agar dapat mengimbangi kemajuan didunia informasi, lebih lanjut mengharapkan juga dengan selesainya pelatihan ini maka peserta berkewajiban untuk menularkannya ke lingkungan terdekat baik kepada rekan sejawat di sekolah, dilingkungan keluarga dan lingkungan tempat tinggal agar hasil pelatihan ini juga dapat dinikmati oleh semua orang.
Dikesempatan lain Hasugian juga mengucapkan terimakasih kepada Telkom perusahaan besar yang peduli terhadap Guru yang rata-rata masih perlu belajar internet bahkan masih ada yang belum mengenal internet.
Pada pelatihan kali ini diterima oleh Basuki sebagai penanggung jawab Speedy Learning Centre di Medan dan dengan antusias dan hangat menyambut para peserta yang berprofesi sebagai pendidik ini yang bersemangat untuk belajar mengenal dunia ICT, dikatakannya bahwa program semacam ini sudah berlangsung sejak akir bulan April yang lalu dan kali ini adalah angkatan ke XII untuk Guru-guru diseputaran Medan.
Pada hari ini juga telah selesai dan ditutup pelatihan yang ICT yang diikuti oleh siswa SMP Negeri I Labuhan Deli sebanyak 7 angkatan masing-masing 40 siswa.
Ruang speedy Learning Centre ini memang segaja didesign untuk pusat belajar ICT bukan hanya Guru namun komunitas lain yang berminat untuk belajar ICT baik dari lembaga pemerintahan, TNI, POLRI Lembaga Swadaya Lain termasuk ikatan Profesional selain yang bernuansa politik, demikian imbuhnya sekaligus mengakiri.
Dalam kesempatan pembukaan pelatihan tersebut perwakilan peserta dalam sambutannya mengharapkan kepada para peserta untuk tekun mengikuti pelatihan ini agar dapat mengimbangi kemajuan didunia informasi, lebih lanjut mengharapkan juga dengan selesainya pelatihan ini maka peserta berkewajiban untuk menularkannya ke lingkungan terdekat baik kepada rekan sejawat di sekolah, dilingkungan keluarga dan lingkungan tempat tinggal agar hasil pelatihan ini juga dapat dinikmati oleh semua orang.
Dikesempatan lain Hasugian juga mengucapkan terimakasih kepada Telkom perusahaan besar yang peduli terhadap Guru yang rata-rata masih perlu belajar internet bahkan masih ada yang belum mengenal internet.
Pada pelatihan kali ini diterima oleh Basuki sebagai penanggung jawab Speedy Learning Centre di Medan dan dengan antusias dan hangat menyambut para peserta yang berprofesi sebagai pendidik ini yang bersemangat untuk belajar mengenal dunia ICT, dikatakannya bahwa program semacam ini sudah berlangsung sejak akir bulan April yang lalu dan kali ini adalah angkatan ke XII untuk Guru-guru diseputaran Medan.
Pada hari ini juga telah selesai dan ditutup pelatihan yang ICT yang diikuti oleh siswa SMP Negeri I Labuhan Deli sebanyak 7 angkatan masing-masing 40 siswa.
Ruang speedy Learning Centre ini memang segaja didesign untuk pusat belajar ICT bukan hanya Guru namun komunitas lain yang berminat untuk belajar ICT baik dari lembaga pemerintahan, TNI, POLRI Lembaga Swadaya Lain termasuk ikatan Profesional selain yang bernuansa politik, demikian imbuhnya sekaligus mengakiri.
Selasa, 05 Agustus 2008
Kepala Sekolah SD se Medan Labuhan Wajib paham Internet.
Bertempat di Speedy Learning Centre milik PT. Telkom Kandatel Medan 35 orang Kepala sekolah tingkat sekolah dasar se kecamatan Medan Labuhan mengikuti pelatihan Information & Communication Technology (ICT), kegiatan ini lanjutan atas kerjasama antara Telkom dengan PGRI Kota Medan.
Dalam kesmpatan pembukaan pelatihan tersebut Sayuti Spd sebagai ketua PGRI Cabang Medan Labuhan mengharapkan kepada para peserta untuk tekun mengikuti pelatihan ini agar dapat mengimbangi kemajuan didunia informasi, lebih lanjut Sayuti mengharapkan dengan selesainya pelatihan ini maka peserta berkewajiban untuk menularkannya ke lingkungan terdekat baik kepada rekan sejawat di sekolah, dilingkungan keluarga dan lingkungan tempat tinggal agar hasil pelatihan ini juga dapat dinikmati oleh semua orang.
Dikesempatan lain Sayuti juga mengucapkan terimakasih kepada Telkom perusahaan besar yang peduli terhadap Guru yang rata-rata masih belum mengenal Internet bahkan mengoperasikan computer, dikatakannya hamper 90 % peserta pelatihan belum bisa mengoperasikan computer apalagi internet.
Pada pelatihan kali ini diterima oleh Basuki sebagai penanggung jawab Speedy Learning Centre di Medan dan dengan antusias dan hangat menyambut para Kepala Sekolah ini yang bersemangat untuk belajar mengenal dunia ICT, dikatakannya bahwa program semacam ini sudah berlangsung sejak akir bulan April yang lalu dan kali ini adalah angkatan ke 9 yang pesertanya berasal dari PGRI.
Smoga pelatihan ini bias membuka wawasan para guru dan pendidik lainnya terhadap kemanuan teknolgi informasi yang tidak mungkin kita bendung, langkah yang yang bijak adalah kita mengikuti perkembangnannya dan secara selektif mengaplikasikannya, demikian basuki mengakiri.
Dalam kesmpatan pembukaan pelatihan tersebut Sayuti Spd sebagai ketua PGRI Cabang Medan Labuhan mengharapkan kepada para peserta untuk tekun mengikuti pelatihan ini agar dapat mengimbangi kemajuan didunia informasi, lebih lanjut Sayuti mengharapkan dengan selesainya pelatihan ini maka peserta berkewajiban untuk menularkannya ke lingkungan terdekat baik kepada rekan sejawat di sekolah, dilingkungan keluarga dan lingkungan tempat tinggal agar hasil pelatihan ini juga dapat dinikmati oleh semua orang.
Dikesempatan lain Sayuti juga mengucapkan terimakasih kepada Telkom perusahaan besar yang peduli terhadap Guru yang rata-rata masih belum mengenal Internet bahkan mengoperasikan computer, dikatakannya hamper 90 % peserta pelatihan belum bisa mengoperasikan computer apalagi internet.
Pada pelatihan kali ini diterima oleh Basuki sebagai penanggung jawab Speedy Learning Centre di Medan dan dengan antusias dan hangat menyambut para Kepala Sekolah ini yang bersemangat untuk belajar mengenal dunia ICT, dikatakannya bahwa program semacam ini sudah berlangsung sejak akir bulan April yang lalu dan kali ini adalah angkatan ke 9 yang pesertanya berasal dari PGRI.
Smoga pelatihan ini bias membuka wawasan para guru dan pendidik lainnya terhadap kemanuan teknolgi informasi yang tidak mungkin kita bendung, langkah yang yang bijak adalah kita mengikuti perkembangnannya dan secara selektif mengaplikasikannya, demikian basuki mengakiri.
280 Siswa SMP Negeri I Labuhan Deli Belajar Internet di Telkom
Bertempat di Speedy Learning Centre Jl. Mongunsidi No. 06 Medan 280 siswa kelas IX SMP Negeri I Labuhan Deli belajar internet, kegiatan ini diselenggarakan sekolah tersebut bersama Telkom Medan dalam rangka kewajiban siswa kelas IX untuk menuntaskan pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang menjadi mata pelajaran wajib dituntaskan di kelas IX.
Sebagai pembimbing Rudolf pada kesempatan tersebut mengaharapkan kepada anak didiknya agar mengikuti dengan seksama pelajaran yang diberikan Telkom tentang internet mengingat sudah jauh –jauh datang ke Speedy Learning Centre ini. Rudolf juga sangat berterimakasih kepada Telkom atas sambutan hangatnya dan bahkan tanpa memungut biaya sepeserpun alias gratis, smoga kegiatan ini tetap berlangsung terus dan berkesinambungan demikian imbuhnya.
Telkom yang diwakili Basuki sebagai penanggung jawab kegitan ini dengan senang hati menerima murid-murid SMP Negeri I Labuhan deli ini untuk belajar mengenal ICT (information & Communication Technology) termasuk didalamnya ada internet. Kegiatan ini akan dilakukan selama 7 angkatan satu kelas satu angkatan mengingat kapasitas maksimun ruangan Speedy Learning Centre ini hanya 40 orang.
Bagi komunitas lain yang ingin belajar internet di Speedy Learning Centre ini masih terbuka lebar namun diharuskan menghubungi Telkom Kandatel Medan terlebih dahulu untuk menentukan jadualnya mengingat peserta yang sudah terjadual sudah sampai di akir bulan Agustus ini
Sebagai pembimbing Rudolf pada kesempatan tersebut mengaharapkan kepada anak didiknya agar mengikuti dengan seksama pelajaran yang diberikan Telkom tentang internet mengingat sudah jauh –jauh datang ke Speedy Learning Centre ini. Rudolf juga sangat berterimakasih kepada Telkom atas sambutan hangatnya dan bahkan tanpa memungut biaya sepeserpun alias gratis, smoga kegiatan ini tetap berlangsung terus dan berkesinambungan demikian imbuhnya.
Telkom yang diwakili Basuki sebagai penanggung jawab kegitan ini dengan senang hati menerima murid-murid SMP Negeri I Labuhan deli ini untuk belajar mengenal ICT (information & Communication Technology) termasuk didalamnya ada internet. Kegiatan ini akan dilakukan selama 7 angkatan satu kelas satu angkatan mengingat kapasitas maksimun ruangan Speedy Learning Centre ini hanya 40 orang.
Bagi komunitas lain yang ingin belajar internet di Speedy Learning Centre ini masih terbuka lebar namun diharuskan menghubungi Telkom Kandatel Medan terlebih dahulu untuk menentukan jadualnya mengingat peserta yang sudah terjadual sudah sampai di akir bulan Agustus ini
Rabu, 09 Juli 2008
MGMP PKN Kota Medan pelatihan Internet di Telkom
Jumat, 20/6, Intranet Medan Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Program kerjasama Telkom Kandatel Medan dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Medan, DGM Kandatel Medan, Rifnaldi membuka secara resmi pelatihan ICT untuk komunitas MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Pendidikan Kewarganegaraan SMP sekota Medan, turut hadir Wakil Ketua PGRI Kota Medan, Drs.Darliswan.Hadirnya layanan Internet yang diberikan Telkom juga diharapkan dapat membantu mempermudah para guru dalam mencari berbagai informasi positif yang diperlukan sebagai bahan / materi yang berkaitan dengan bidang pelajaran yang bapak ibuk geluti saat ini yaitu PKn (Pendidikan Kewarganegaraan), semua ada disana dan mudah diakses dari mana saja. Manfaatkanlah fasilitas yang disediakan Telkom ini semaksimal mungkin sebagai wujud kepedulian kita dalam memajukan dan mencerdaskan bangsa dibidang ICT dan Internet, untuk menjaga kesinambungan ilmu agar tidak hilang begitu saja diharapakan semua peserta sering-sering meng-akses via internet speedy. Pada kesempatan ini Rifnaldi memberikan kemudahan dan keringanan pasang baru bagi guru-guru yang belum mempunyai fasilitas internet speedy. Hal lain yang bisa mempermudah bagi guru selaku pendidik dalam mentransfer informasi kepada komuninitas guru, pelajar dlsb dengan biaya sangat murah dapat mengunakan layanan Flexi Milis.demikian Rifnaldi
DIRJEN APLIKASI TELEMATIKA CAHYANA AHMADJAJADI SAMBUT POSITIF INDIGO (SPEEDY) LEARNING CENTER MEDAN

Siapa bisa menyangka, gedung Telkom – Jl Monginsidi yang sebelumnya sebelumnya sempat kurang terawat setelah sempat tidak terpakai namun setelah disulap menjadi Speedy Learning Center atau sekarang lebih dikenal dengan sebutan Indigo (Indonesia Digital Community) Learning Center kini lokasi itu justru menjadi pusat keramaian khususnya para kawula muda Kota Medan yang ingin melakukan akses internet broadband gratis maupun belajar seputar teknologi informasi dan komunikasi yang terus berkembang.Dengan suasana gedung yang sudah direnovasi sedemikian serta disediakannya cafee yang siap menyediakan aneka hidangan dan minuman, di lokasi ini para pengunjung bisa mengobrol santai sambil melakukan akses internet, baik melalui komputer-komputer yang sudah tersedia di sana maupun dengan laptop yang mereka bawa sendiri. Sementara untuk menghilangkan kebosanan di sana juga sudah tersedia giant screen yang menayangkan berbagai penyiaran dari stasiun televisi lokal dan nasional.
Dirjen Aplikasi Telematika (Telekomunikasi dan Informatika) Departemen Komunikasi & Informatika, Cahyana Ahmadjayadi disela-sela kunjungan kerjanya di Medan dalam rangka sosialisasi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) kepada para aparat penegak hukum, ketika meninjau keberadaan Indigo Learning Center Medan Selasa (18/6) kemarin sangat menyambut positif terhadap upaya-upaya yang sudah dilakukan Telkom Divre I Sumatra dalam meningkatkan kecerdasan dan pemahaman masyarakat, khususnya kawula muda sebagai generasi digital dalam hal penguasaan teknologi informasi dan komunikasi.
Meski sempat memberikan masukan, namun Cahyana Ahmadjayadi yang memang sudah sering melakukan perjalanan dibanyak lokasi di Indonesia sempat secara terus terang menyebut bahwa “Indigo Learning Center Medan is The Best”.
Lalu, sambil mengajak 2 kawula muda yang sedang menggunakan internet, yaitu John Hendri dan Ronald yang tinggal di Jl Menteng VII, diapun melakukan yel-yel “Speedy Memang Top…Speedy Memang Top..!!!, yang disaksikan oleh komunitas ICT Medan, seperti Penggagas Kampung Digital di Desa Terang Bulan, Desa Sampali dan Desa Sumber Karya, Komunitas IGOS (Open Source) dan kreator animasi.Menurutnya, melakukan pendekatan terhadap komunitas (kelompok) masyarakat merupakan langkah yang sangat tepat dalam upaya mempercepat edukasi ICT (Information & Communications Technology) terhadap. Hal yang sama juga dilakukan oleh Depkominfo, yaitu dengan mengintegrasikan dan mensinergikan seluruh sumberdaya sehingga kedepan akan muncul industri atau kegiatan bisnis yang berbasis kreatifitas dengan memanfaatkan fasilitas ICT yang ada.Sambil melakukan dialog santai, kepada komunitas ICT Medan, Cahyana menjelaskan bahwa untuk mendorong agar komunitas ICT tetap berjalan maka sebuah komunitas itu harus ada sarana pengikat.
Dengan kondisi keanggotaan yang bersifat collaboration horizontal (tanpa strata dan tanpa ikatan formal) maka dibangunnya Indigo Learning Center bisa dijadikan sebagai sarana tersebut.Selain itu, komunitas IT tersebut juga harus mampu menyosialisasikan program-program baru seputar perkembangan terakhir ICT (technology up date), mampu memberikan nilai tambah atau value bagi anggotanya (fungsi advokasi), yaitu berupa pengakuan terhadap produk yang dihasilkan serta adanya perlindungan terhadap produk yang dihasilkan.Sementara yang terakhir, menurut Cahyana Ahmadjayadi bahwa kegiatan atau yang dihasilkan komunitas IT tersebut harus memberikan kemanfaatan atau benefit bagi anggota yang ada dikomunitas tersebut.Sementara itu, Executive General Manager Divre I Sumatra, Muhammad Awaluddin menyebutkan, bahwa sebelum dijadikan Indigo Learning Center, Gedung Telkom ini memang sebelumnya sempat dipakai oleh Unit Wartelko. Mengingat unit yang khusus menangani pelayanan masalah Warung Telkom sekarang dipindahkan ke Plasa Telkom dibawah Customer Care maka lokasi ini lalu sempat ditinggalkan beberapa saat, yang akhirnya pada tanggal 02 Mei 2008 dialihfungsikan menjadi Speedy Learning Center atau sekarang dikenal sebagai Indigo Learning Center. Ditambahkannya, dulunya lokasi ini terlihat sepi, namun setelah Indigo Learning Center ini dibangun sekarang Nampak lebih ramai. Setidaknya ada lebih dari 20 pengunjung setiap harinya, yang melakukan akses internet dari pagi hingga malam.
“Saking maniaknya bermain internet diantara mereka bahkan ada yang nongkong sampai jam 02.00 pagi”, ujar Muhammad Awaluddin.Indigo Learning Center yang berlokasi di Kantor Telkom – Jl Monginsidi Medan merupakan tempat interaksi dan pembelajaran secara elektronik (e-Learning) yang bisa diakses secara online (web portal). Fasilitas ini disediakan gratis oleh Telkom yang diperuntukkan bagi komunitas siswa atau guru, mahasiswa/dosen dan masyarakat luas pemerhati ICT.Untuk mendapatkan layanan ini, kata Muhammad Awaluddin, masyarakat diminta melakukan registrasi dulu sebagai peserta, dan bagi peserta yang sudah terdaftar dapat mengakses web portal e-Learning darimanapun secara online.Selain mendapatkan fasilitas seperti itu, Muhammad Awaluddin juga menyebutkan, para peserta juga akan mendapatkan pelatihan perihal ICT, diantaranya meliputi pengenalan internet, pengaduan instalasi Speedy, game online dan berbagai kompetisi, seperti try out, lomba tulis puisi dan esai serta pengajaran seputar frontpage, PHP, HTML, Design Web, Photoshop, Blog dll“Fasilitas seperti ini akan terus dikembangkan di seluruh Sumatra dalam rangka mempercepat edukasi ICT kepada masyarakat, selain upaya lain berupa pembangunan infrastruktur Speedy, Pembangunan Komunitas ICT dan Pengembangan Content”, papar Muhammad Awaluddin.
KADISHUB KOTA MEDAN: BUKA PELATIHAN ICT BAGI PERSONIL DISHUB KOTA MEDAN
Kadishub Kota Medan yang diwakili Kepala Bidang Dinas Tehnik Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Kota Medan, R. Parapat, didampingi Kasubdis Postel Drs. Nasrun dalam pembukaan pelatihan ICT Dinas Perhubungan bertempat di Speedy Learning Center Monginsidi bahwa kita tidak mungkin terlepas dari tehnologi informasi dimana IT sudah memangkas jarak dalam memberikan kemudahan untuk memperoleh informasi apa saja yang kita butuhkan dan bermanfaat bagi kita, pelatihan ini diikuti oleh 20 orang peserta dari kantor Dishub Kota Medan.R. Parapat menyatakan bahwa dalam pengujian Kendaraan Bermotor Dishub akan menggunakan teknologi informasi berbasis Wifi untuk lokasi terminal terpadu Pinang Baris dan Amplas, kalau ingin maju kita harus menguasai tehnologi informasi sehingga pelatihan ini bermanfaat bagi peserta dan pemerintah Kota Medan umumnya. GM, Kandatel Medan, R. Umam Aly dalam sambutan menjelaskan bahwa pelatihan ICT ini adalah program PT. Telkom sebagai penyedia infrastruktur berusaha membantu dan mengedukasi anak anak pelajar dalam program E4T untuk mentraining 1 juta anak di Pulau Sumatera secara gratis agar mengerti apa itu internet (sampai saat ini sudah mentraining sebanyak 500 ribu orang). Sarana dan Prasarana yang ada dalam ruangan Speedy Learnig Center ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin guna menambah wawasan yang akan diberikan oleh para instruktur (Basuki dari DIVAS) dan dari Web Media selama tiga hari mulai 5/6 s/d 9/6 mendatang dan didepan ruangan ini (cafe) juga tersedia fasilitas internet gratis untuk koneksi tanpa mempergunakan kabel yaitu areal speedy zone (Hotspot Telkom) yang disediakan untuk masyarakat umum sambil menikmati hidangan cafe dapat berselancar di dunia maya.Begitu banyak komunitas yang akan muncul bahkan sudah ada komniktas Game Online anak anak muda Medan yang sudah memecahkan rekor MuRI bermain game online terlama nonstop selama 122 jam pada event Telkom Techno Vaganza pada minggu lalu di Plasa Telkom Putri Hijau.Komunitas dalam program tersebut mulai dari pelajar, guru (bahkan baru baru ini sudah ditandatangani MoU antara PT.Telkom dan PGRI Kota Medan), pegawai Diknas, Angkatan Laut dsbnya yang mendapat fasiltas sepenuhnya dari PT. Telkom agar masyarakat dapat memahami teknologi dan internet, sebagai orang tua kita harus dapat memberikan hal yang positif terhadap wawasan anak anak kita. ucap Umam.Tahun 2008 adalah tahun kebangkitan ICT sumatera yang diwujudkan dengan pembangunan Kampung Didital di Diski, Pustaka Digital, Pesantren Digital dlsb, kedepan juga kita akan membangun musium digital sehingga potensi wisata asli dari daerah tersebut selama ini tidak bisa dipublikasikan secara luas, nanti bisa dilihat oleh orang lain dimana dan kapanpun mereka mau, seperti kampung digital tersebut sudah dibrancmark oleh negara negara lain untuk melihat potensi apa saja yang ada disana.R. Umam Aly mencontohkan informasi yang dimuat dalam google earth dapat dengan mudah melihat suatu lokasi yang kita butuhkan walaupun berada dinegara lain, bahkan posisi rumah kitapun bisa dilihat via media tersebut karena tempat kita bahkan bumi ini selalu dipantau (diphoto) setiap saat melalui satelit. Semoga pelatihan ICT dimaksud dapat menambah ilmu pengetahuan kita semua para peserta, keluarga dan juga akan memperlancar operasinal kantor Dishub Kota Medan yang menangani dibidang Postel tidak perlu capek capek kelapangan, pasang perangkat dan cukup memonitor dimeja kerja sudah dapat mengetahui kondisi saat itu apakah terjadi kepadatan lalu lintas dan dapat langsung menginformasikan kepada personil lapangan untuk mengatur hal demikian.demikian UmamRabu, 25 Juni 2008
34 Guru Kota medan Pelatihan ICT
Bertempat di Indigo Learning Centre Jl. Mongunsidi No. 6 sebangayk 34 orang guru yang tergabung dalam komunitas PGRI kota Medan dengan antusias mengikuti pelatihan Informacy & Communication Technology yang diselenggarakan Telkom Kandatel Medan yang sudah bekerjasama dengan PGRI Kota Medan.
Pembukaan dilakukan oleh salah satu pengurus PGRI kota Medan yaitu Jaya, dalam sambutannya Jaya mengatakanbahwa pelatihan ini agar diikuti dengan rela hati dan seksama disamping akan diberikan sertfikat dihari ketiga namun hal yang paling penting adalah materi tentang ICT yang akan ditransfer knowladge nya oleh instruktur Telkom.
Kegiatan ini bukan yang pertama berlangsung namun sudah mencapai angkatan yang ke delapan untuk guru atau sekitar 260 guru se kota Medan sudah mengikuti pelatihan serupa, disamping dari kalangan lain seperti Militer, Pegawai Dinas perhubungan, Depag, siswa/murid masih juga ada komunitas lain seperti Remaja Mesjid, Rumah Zakat dan organisasi profesi lain.
Kamis, 19 Juni 2008
20 Guru Kota Medan Telah Mengikuti ICT
Bertempat di Speedy Learning Centre Jl. Mongunsidi nomor 06 Medan, 20 Guru dari berbagai asal sekolah baik tingkat Sekolah Dasar maupun Sekolah Lanjutan telah berhasil menyelesaikan Trainning Of Trainner selama tiga hari, kegiatan ini dirintis oleh PGRI kota Medan yang bekerjasama dengan PT. TELKOM Kandatel Medan dengan MOU yang telah ditandatangai akir bulan Mei yang lalau.
Dengan semangat yang gigih para guru mengikuti pelatihan ini diajarkan oleh pengajar PT. Telkom Kandatel Medan dan Web Media, menurut salah satu peserta pelatihan Dra Aidar Azir MM Kepala Sekolah SMP Negeri 39 Medan mengatakan bahwa pelatihan ini sangat positif untuk dilanjutkan tidak hanya pada kalangan guru namun komunitas lain seperti siswa dan dikalangan birokrat yang membidangi pendidikan, Aidar yang aktifis diberbagai komunitas ini juga memegang peranan penting dilingkungan PGRI kota Medan karena membidangi pemberdayaan perempuan.
Kegiatan serupa oleh PT. Telkom Kandatel medan memang telah diprogramkan dengan programnya Education For Tomorrow yang bertajuk satu juta pelajar mengetahui dan paham akan internet.
Kegiatan yang telah berlangsung selama dua bulan ini teleh melatih lebih dari 600 orang dari berbagai profesi ada yang Guru, Militer, Pegawai Negeri, Pegawai swasta , Siswa dan Murit.
Dari kegiatan yang berlangsung kepada guru-guru yang tergabung dalam PGRI Telkom Kandatel Medan juga memeberikan kemudahan untuk mendapatkan akses internet cepat SPEEDY yaitu berupa Free Modem, Free Registrasi dan Discount biaya bulanan samapi dengan 40 % selama 6 bulan.
Selasa, 17 Juni 2008
17 Guru MTsNegeri I Medan Belajar ICT
Bertempat di Speedy Learning Centre Jl. Mongunsidi No. 06 Medan, 17 Guru dari berbagai macam pengajar bidang study belajar bersama Information & Communication Technology. Penyelenggaran ini berlangsung selama 3 hari berturut-turut sampai dengan akir pekan ini, hal ini diungkapkan oleh Nany selaku ketua rombongan yang mewakili MTsN 1 Medan. Kali ini baru angkatan pertama yang sedianya akan berlangsung secara kontinew sehingga semua pengajar bisa memiliki pengetahuan tambahan berupa ICT.
Penyelenggaraan ini berkitan dengan telah ditandatanginya MOU antara PT. Telkom Kandatel medan dengan Persatuan Guru Republik Indonsia (PGRI) medan baru-baru ini. Dalam kata sambutannya nany mengucapkan terima kasih kepada Telkom yang telah menyediakan fasilitas dan sarana lainnya sehingga proses transfer knowladge tersebut dapat berlangsung.
materi yang akan diajarkan meliputi pengetahuan tentang dunia informasi dan komunikasi yang dititk bertakan pada internet, seperti diungkapkan basuki selaku penanggung jawab Speedy Learning Centre bahwa dunia ini semakin mudah kita kuasai dengan cepat jika kita memahami caranya, disamping itu basuki juga menekankan bahwa internet yang selama ini dipojokan dengan mitos bahwa internet adalah porno dan hal-hal negatif lainnya maka melalui transfer knowladge sekarang ini maka mitos tersebut harus dipatahkan dan sebaliknya harus bisa memanfaatkan internet tersebut sebagai hal-hal yang sangat positif.
Internet dapat membantu siapapun termasuk guru agar dapat memberikan bahan ajar kepada siswanya tentang hal-hal baru dan temuan-temnuan baru dibidang IPTEK sekaligus juga menambah ketebalan iman melalui IMTAK yang dapat diperoleg dengan cepat dan reltif murah.
Minggu, 08 Juni 2008
Telingan Nyamuk VS Telingan Manusia.

Seekor nyamuk mempunyai dua mata sebagai indera penglihatan yang amat tajam ditengan kegelapan malam, begitu juga tuhan menciptajkan dua telingan bagi nyamuk sebagai indera pendengar. Daya dengar nyamuk ternyata lebih tajam daro pendengaran manusia. Disamping tuhan juga menciptakan lubang sebagai jalan keluar sisa-sisa makanan yang ada didalam tubuhnya. Nyamuk juga mempunyai perut dan lambung sebagai mana makluk yang lain.
Lengan Muncul Dari Kepala.

Gurita adalah hewan laut yang paling Aneh. Badan gurita terpusat dikepalanya yang dari kepala tersebut bercabang 8 lengan dilengkapi penghisap. Alat ini berfungsi untuk menghisap darah mangsa atau sari pati setelah lengan-lengan gurita menekannya maka mangsa tidak akan pernah dapat lepas dari genggamanya.
Gurita baik yang besar maupun yang kecil hidup dikawasan perairan dengan cuaca hangat. Hal ini sering membahayakan penyelam ketika berusaha turun ke dasar laut untuk mengangkat kapal tenggel;am atau ketika berusaha menyelamatkan orang-orang tenggelam. Sementara itu satu-satunya tempat untuk mebunuh gurita adalah disekitar matanya karena memotong lengan gurita tidak akan berpengaruh terhadap kehidupannya.
Ketika dating mara bahaya dimana gurita tidak dapat lagi lari darinya maka gurita berusaha mempertahankan dirinya dengan mengeluarkan cairan hitam pekat untuk menghalangi penglihatan musuh.
Puasa Ala Scorpion.

Kaljengking atau scorpion mampu bertahan selama 30 hari tanpa makanan dan minuman, kalajengking hanya membutuhkan udara untuk bernafas selama waktu tersebut . Kalajengking termasuk jenis hewan malam dia akan bersembunyi dibawah pepohonan atau bantuan disiang hari. Seekor kalajengking hidup sendirian antara jantan dan betinanya saling berjauhan kecuali ketika hendak melakukan pembuahan. Species ini sangat cocok hidup dikawasan yang beriklim panas, jenis kalajengking terbesar banyak hidup disekitar hutan-hutan tropis, sedangkan jenis kalajengking yang mempunyai racun paling mematikan lebih suka menempati padang pasir yang panas
Jaring Laba-laba Lebih Kuat dari Besi.

Sesungguhnya jika kita mampu membuat tambang dari jarring laba-laba yang panjang atau tebalnya satu bushah (setara dengan 1/12 inchi) niscaya tambang ini akan mampu mengangkat beban lebih dari 74 ton, atau dengan kata lain jaringan ini lebih kuat tiga kali lipat dari jarring yang terbuat dari baja atau besi dengan panjang dan tebal yang sama.
Kain Sutera Ala Laba-laba.

Bahan lengket yang dikeluarkan dari laba-laba untuk menbangun jarring-jaring rumahnya dapat digunakan sebagai bahan tenunan persis seperti yang dihasilkan oleh ulat Sutera.
Saru riti (402,5 gram) tenunan yang dihasilkan oleh sekitar delapan belas ribu laba-laba, sementara itu beberapa pabrik tekstil di Amerika mengolah bahan lekat laba-laba ini menjadi kaos kaki siap pakai. Akan tetapi tentunya usaha ini tidak berlangsung lama, karena mengumpulkan sekian banyak laba-laba ditempat dan waktu yang sama adalah pekerjaan yang teramat sulit, salah satu faktornya adalah bahwa ketika berkumpul species ini sering bertikai satu sama yang lainnya. Sementara itu hanya jenis laba-laba betina saja yang menghasilkan benang-benang sebagai bahan tenunan.
Laba-laba betina ini akan berkurang produksinya ketika berada dibawah tekanan atau tertahan dikomunitasnya. Perlu diketahui bahwasanya ukuran laba-laba betina lebih besar dari pejantannya. Seekor laba-laba betina dapat bertelur ratusan kali. Pejantan tersebut tidak mampu melarikan diri dari dari laba-laba betina yang lebih besar. Sungguh malah laba-laba jantan lainlah yang telah membuat laba-laba betina menari mengikuti launan lagu.
Lank Fish Si Ikan Padang Pasir

Apa yang ada dibenak andatentyang padang pasir?. Gersang panas dan minim kehidupan. Tetapi ternyata, terdapat sejenis ikan yang hidup di padang pasir , jenis ini dinamakan Lank Fish. Lank Fish hidup disungai-sungai Afrika yang terbentuk karena derasnya hujan selama musim penghujan, sungai-sungai ini mengairi daratan dan padang pasir afrika.
Jumlah species ini akan semakin bertambah datng musin kemarau dimana hujan tidak lagi menguyur daratan Afrika. Sungai-sungai dan rawa di daratan Afrika menjadi kering., disaat itu Lank Fish bersembunyi didalam lubang pasir dan terus menerus masuk kedalam sampai pada kedalaman tertentu dia akan menemukan kadar air yang cukup untuk bertahan hidup.
Lank Fish terus bertahan didalam padang pasir sampai dating kembali musim penghujan, ketika itu dia akan keluar dari lubang persembunyiannya untuk kembali berenang disungai-sungai yang mengalir deras
Jumat, 16 Mei 2008
Lalat

Lalat adalah jenis serangga yang berasal dari subordo Cyclorrapha ordo Diptera. Secara morfologi lalat dibedakan dari nyamuk (subordo Nematocera) berdasarkan ukuran antenanya; lalat berantena pendek, sedangkan nyamuk berantena panjang. Lalat umumnya mempunyai sepasang sayap asli serta sepasang sayap kecil yang digunakan untuk menjaga stabilitas saat terbang. Lalat sering hidup di antara manusia dan sebagian jenis dapat menyebabkan penyakit yang serius. Lalat disebut penyebar penyakit yang sangat serius karena setiap lalat hinggap di suatu tempat, kurang lebih 125.000 kuman yang jatuh ke tempat tersebut.
Lalat sangat mengandalkan penglihatan untuk bertahan hidup. Mata majemuk lalat terdiri atas ribuan lensa dan sangat peka terhadap gerakan. Beberapa jenis lalat memiliki penglihatan tiga dimensi yang akurat. Beberapa jenis lalat lain, misalnya Ormia ochracea, memiliki organ pendengaran yang sangat canggih
Lalat sangat mengandalkan penglihatan untuk bertahan hidup. Mata majemuk lalat terdiri atas ribuan lensa dan sangat peka terhadap gerakan. Beberapa jenis lalat memiliki penglihatan tiga dimensi yang akurat. Beberapa jenis lalat lain, misalnya Ormia ochracea, memiliki organ pendengaran yang sangat canggih
Langganan:
Postingan (Atom)


