Rabu, 09 Juli 2008

MGMP PKN Kota Medan pelatihan Internet di Telkom

Jumat, 20/6, Intranet Medan Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Program kerjasama Telkom Kandatel Medan dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Medan, DGM Kandatel Medan, Rifnaldi membuka secara resmi pelatihan ICT untuk komunitas MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Pendidikan Kewarganegaraan SMP sekota Medan, turut hadir Wakil Ketua PGRI Kota Medan, Drs.Darliswan.Hadirnya layanan Internet yang diberikan Telkom juga diharapkan dapat membantu mempermudah para guru dalam mencari berbagai informasi positif yang diperlukan sebagai bahan / materi yang berkaitan dengan bidang pelajaran yang bapak ibuk geluti saat ini yaitu PKn (Pendidikan Kewarganegaraan), semua ada disana dan mudah diakses dari mana saja. Manfaatkanlah fasilitas yang disediakan Telkom ini semaksimal mungkin sebagai wujud kepedulian kita dalam memajukan dan mencerdaskan bangsa dibidang ICT dan Internet, untuk menjaga kesinambungan ilmu agar tidak hilang begitu saja diharapakan semua peserta sering-sering meng-akses via internet speedy. Pada kesempatan ini Rifnaldi memberikan kemudahan dan keringanan pasang baru bagi guru-guru yang belum mempunyai fasilitas internet speedy. Hal lain yang bisa mempermudah bagi guru selaku pendidik dalam mentransfer informasi kepada komuninitas guru, pelajar dlsb dengan biaya sangat murah dapat mengunakan layanan Flexi Milis.demikian Rifnaldi

DIRJEN APLIKASI TELEMATIKA CAHYANA AHMADJAJADI SAMBUT POSITIF INDIGO (SPEEDY) LEARNING CENTER MEDAN



Siapa bisa menyangka, gedung Telkom – Jl Monginsidi yang sebelumnya sebelumnya sempat kurang terawat setelah sempat tidak terpakai namun setelah disulap menjadi Speedy Learning Center atau sekarang lebih dikenal dengan sebutan Indigo (Indonesia Digital Community) Learning Center kini lokasi itu justru menjadi pusat keramaian khususnya para kawula muda Kota Medan yang ingin melakukan akses internet broadband gratis maupun belajar seputar teknologi informasi dan komunikasi yang terus berkembang.Dengan suasana gedung yang sudah direnovasi sedemikian serta disediakannya cafee yang siap menyediakan aneka hidangan dan minuman, di lokasi ini para pengunjung bisa mengobrol santai sambil melakukan akses internet, baik melalui komputer-komputer yang sudah tersedia di sana maupun dengan laptop yang mereka bawa sendiri. Sementara untuk menghilangkan kebosanan di sana juga sudah tersedia giant screen yang menayangkan berbagai penyiaran dari stasiun televisi lokal dan nasional.
Dirjen Aplikasi Telematika (Telekomunikasi dan Informatika) Departemen Komunikasi & Informatika, Cahyana Ahmadjayadi disela-sela kunjungan kerjanya di Medan dalam rangka sosialisasi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) kepada para aparat penegak hukum, ketika meninjau keberadaan Indigo Learning Center Medan Selasa (18/6) kemarin sangat menyambut positif terhadap upaya-upaya yang sudah dilakukan Telkom Divre I Sumatra dalam meningkatkan kecerdasan dan pemahaman masyarakat, khususnya kawula muda sebagai generasi digital dalam hal penguasaan teknologi informasi dan komunikasi.
Meski sempat memberikan masukan, namun Cahyana Ahmadjayadi yang memang sudah sering melakukan perjalanan dibanyak lokasi di Indonesia sempat secara terus terang menyebut bahwa “Indigo Learning Center Medan is The Best”.
Lalu, sambil mengajak 2 kawula muda yang sedang menggunakan internet, yaitu John Hendri dan Ronald yang tinggal di Jl Menteng VII, diapun melakukan yel-yel “Speedy Memang Top…Speedy Memang Top..!!!, yang disaksikan oleh komunitas ICT Medan, seperti Penggagas Kampung Digital di Desa Terang Bulan, Desa Sampali dan Desa Sumber Karya, Komunitas IGOS (Open Source) dan kreator animasi.Menurutnya, melakukan pendekatan terhadap komunitas (kelompok) masyarakat merupakan langkah yang sangat tepat dalam upaya mempercepat edukasi ICT (Information & Communications Technology) terhadap. Hal yang sama juga dilakukan oleh Depkominfo, yaitu dengan mengintegrasikan dan mensinergikan seluruh sumberdaya sehingga kedepan akan muncul industri atau kegiatan bisnis yang berbasis kreatifitas dengan memanfaatkan fasilitas ICT yang ada.Sambil melakukan dialog santai, kepada komunitas ICT Medan, Cahyana menjelaskan bahwa untuk mendorong agar komunitas ICT tetap berjalan maka sebuah komunitas itu harus ada sarana pengikat.
Dengan kondisi keanggotaan yang bersifat collaboration horizontal (tanpa strata dan tanpa ikatan formal) maka dibangunnya Indigo Learning Center bisa dijadikan sebagai sarana tersebut.Selain itu, komunitas IT tersebut juga harus mampu menyosialisasikan program-program baru seputar perkembangan terakhir ICT (technology up date), mampu memberikan nilai tambah atau value bagi anggotanya (fungsi advokasi), yaitu berupa pengakuan terhadap produk yang dihasilkan serta adanya perlindungan terhadap produk yang dihasilkan.Sementara yang terakhir, menurut Cahyana Ahmadjayadi bahwa kegiatan atau yang dihasilkan komunitas IT tersebut harus memberikan kemanfaatan atau benefit bagi anggota yang ada dikomunitas tersebut.Sementara itu, Executive General Manager Divre I Sumatra, Muhammad Awaluddin menyebutkan, bahwa sebelum dijadikan Indigo Learning Center, Gedung Telkom ini memang sebelumnya sempat dipakai oleh Unit Wartelko. Mengingat unit yang khusus menangani pelayanan masalah Warung Telkom sekarang dipindahkan ke Plasa Telkom dibawah Customer Care maka lokasi ini lalu sempat ditinggalkan beberapa saat, yang akhirnya pada tanggal 02 Mei 2008 dialihfungsikan menjadi Speedy Learning Center atau sekarang dikenal sebagai Indigo Learning Center. Ditambahkannya, dulunya lokasi ini terlihat sepi, namun setelah Indigo Learning Center ini dibangun sekarang Nampak lebih ramai. Setidaknya ada lebih dari 20 pengunjung setiap harinya, yang melakukan akses internet dari pagi hingga malam.
“Saking maniaknya bermain internet diantara mereka bahkan ada yang nongkong sampai jam 02.00 pagi”, ujar Muhammad Awaluddin.Indigo Learning Center yang berlokasi di Kantor Telkom – Jl Monginsidi Medan merupakan tempat interaksi dan pembelajaran secara elektronik (e-Learning) yang bisa diakses secara online (web portal). Fasilitas ini disediakan gratis oleh Telkom yang diperuntukkan bagi komunitas siswa atau guru, mahasiswa/dosen dan masyarakat luas pemerhati ICT.Untuk mendapatkan layanan ini, kata Muhammad Awaluddin, masyarakat diminta melakukan registrasi dulu sebagai peserta, dan bagi peserta yang sudah terdaftar dapat mengakses web portal e-Learning darimanapun secara online.Selain mendapatkan fasilitas seperti itu, Muhammad Awaluddin juga menyebutkan, para peserta juga akan mendapatkan pelatihan perihal ICT, diantaranya meliputi pengenalan internet, pengaduan instalasi Speedy, game online dan berbagai kompetisi, seperti try out, lomba tulis puisi dan esai serta pengajaran seputar frontpage, PHP, HTML, Design Web, Photoshop, Blog dll“Fasilitas seperti ini akan terus dikembangkan di seluruh Sumatra dalam rangka mempercepat edukasi ICT kepada masyarakat, selain upaya lain berupa pembangunan infrastruktur Speedy, Pembangunan Komunitas ICT dan Pengembangan Content”, papar Muhammad Awaluddin.

KADISHUB KOTA MEDAN: BUKA PELATIHAN ICT BAGI PERSONIL DISHUB KOTA MEDAN




Kadishub Kota Medan yang diwakili Kepala Bidang Dinas Tehnik Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Kota Medan, R. Parapat, didampingi Kasubdis Postel Drs. Nasrun dalam pembukaan pelatihan ICT Dinas Perhubungan bertempat di Speedy Learning Center Monginsidi bahwa kita tidak mungkin terlepas dari tehnologi informasi dimana IT sudah memangkas jarak dalam memberikan kemudahan untuk memperoleh informasi apa saja yang kita butuhkan dan bermanfaat bagi kita, pelatihan ini diikuti oleh 20 orang peserta dari kantor Dishub Kota Medan.R. Parapat menyatakan bahwa dalam pengujian Kendaraan Bermotor Dishub akan menggunakan teknologi informasi berbasis Wifi untuk lokasi terminal terpadu Pinang Baris dan Amplas, kalau ingin maju kita harus menguasai tehnologi informasi sehingga pelatihan ini bermanfaat bagi peserta dan pemerintah Kota Medan umumnya. GM, Kandatel Medan, R. Umam Aly dalam sambutan menjelaskan bahwa pelatihan ICT ini adalah program PT. Telkom sebagai penyedia infrastruktur berusaha membantu dan mengedukasi anak anak pelajar dalam program E4T untuk mentraining 1 juta anak di Pulau Sumatera secara gratis agar mengerti apa itu internet (sampai saat ini sudah mentraining sebanyak 500 ribu orang). Sarana dan Prasarana yang ada dalam ruangan Speedy Learnig Center ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin guna menambah wawasan yang akan diberikan oleh para instruktur (Basuki dari DIVAS) dan dari Web Media selama tiga hari mulai 5/6 s/d 9/6 mendatang dan didepan ruangan ini (cafe) juga tersedia fasilitas internet gratis untuk koneksi tanpa mempergunakan kabel yaitu areal speedy zone (Hotspot Telkom) yang disediakan untuk masyarakat umum sambil menikmati hidangan cafe dapat berselancar di dunia maya.Begitu banyak komunitas yang akan muncul bahkan sudah ada komniktas Game Online anak anak muda Medan yang sudah memecahkan rekor MuRI bermain game online terlama nonstop selama 122 jam pada event Telkom Techno Vaganza pada minggu lalu di Plasa Telkom Putri Hijau.Komunitas dalam program tersebut mulai dari pelajar, guru (bahkan baru baru ini sudah ditandatangani MoU antara PT.Telkom dan PGRI Kota Medan), pegawai Diknas, Angkatan Laut dsbnya yang mendapat fasiltas sepenuhnya dari PT. Telkom agar masyarakat dapat memahami teknologi dan internet, sebagai orang tua kita harus dapat memberikan hal yang positif terhadap wawasan anak anak kita. ucap Umam.Tahun 2008 adalah tahun kebangkitan ICT sumatera yang diwujudkan dengan pembangunan Kampung Didital di Diski, Pustaka Digital, Pesantren Digital dlsb, kedepan juga kita akan membangun musium digital sehingga potensi wisata asli dari daerah tersebut selama ini tidak bisa dipublikasikan secara luas, nanti bisa dilihat oleh orang lain dimana dan kapanpun mereka mau, seperti kampung digital tersebut sudah dibrancmark oleh negara negara lain untuk melihat potensi apa saja yang ada disana.R. Umam Aly mencontohkan informasi yang dimuat dalam google earth dapat dengan mudah melihat suatu lokasi yang kita butuhkan walaupun berada dinegara lain, bahkan posisi rumah kitapun bisa dilihat via media tersebut karena tempat kita bahkan bumi ini selalu dipantau (diphoto) setiap saat melalui satelit. Semoga pelatihan ICT dimaksud dapat menambah ilmu pengetahuan kita semua para peserta, keluarga dan juga akan memperlancar operasinal kantor Dishub Kota Medan yang menangani dibidang Postel tidak perlu capek capek kelapangan, pasang perangkat dan cukup memonitor dimeja kerja sudah dapat mengetahui kondisi saat itu apakah terjadi kepadatan lalu lintas dan dapat langsung menginformasikan kepada personil lapangan untuk mengatur hal demikian.demikian Umam