
Siapa bisa menyangka, gedung Telkom – Jl Monginsidi yang sebelumnya sebelumnya sempat kurang terawat setelah sempat tidak terpakai namun setelah disulap menjadi Speedy Learning Center atau sekarang lebih dikenal dengan sebutan Indigo (Indonesia Digital Community) Learning Center kini lokasi itu justru menjadi pusat keramaian khususnya para kawula muda Kota Medan yang ingin melakukan akses internet broadband gratis maupun belajar seputar teknologi informasi dan komunikasi yang terus berkembang.Dengan suasana gedung yang sudah direnovasi sedemikian serta disediakannya cafee yang siap menyediakan aneka hidangan dan minuman, di lokasi ini para pengunjung bisa mengobrol santai sambil melakukan akses internet, baik melalui komputer-komputer yang sudah tersedia di sana maupun dengan laptop yang mereka bawa sendiri. Sementara untuk menghilangkan kebosanan di sana juga sudah tersedia giant screen yang menayangkan berbagai penyiaran dari stasiun televisi lokal dan nasional.
Dirjen Aplikasi Telematika (Telekomunikasi dan Informatika) Departemen Komunikasi & Informatika, Cahyana Ahmadjayadi disela-sela kunjungan kerjanya di Medan dalam rangka sosialisasi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) kepada para aparat penegak hukum, ketika meninjau keberadaan Indigo Learning Center Medan Selasa (18/6) kemarin sangat menyambut positif terhadap upaya-upaya yang sudah dilakukan Telkom Divre I Sumatra dalam meningkatkan kecerdasan dan pemahaman masyarakat, khususnya kawula muda sebagai generasi digital dalam hal penguasaan teknologi informasi dan komunikasi.
Meski sempat memberikan masukan, namun Cahyana Ahmadjayadi yang memang sudah sering melakukan perjalanan dibanyak lokasi di Indonesia sempat secara terus terang menyebut bahwa “Indigo Learning Center Medan is The Best”.
Lalu, sambil mengajak 2 kawula muda yang sedang menggunakan internet, yaitu John Hendri dan Ronald yang tinggal di Jl Menteng VII, diapun melakukan yel-yel “Speedy Memang Top…Speedy Memang Top..!!!, yang disaksikan oleh komunitas ICT Medan, seperti Penggagas Kampung Digital di Desa Terang Bulan, Desa Sampali dan Desa Sumber Karya, Komunitas IGOS (Open Source) dan kreator animasi.Menurutnya, melakukan pendekatan terhadap komunitas (kelompok) masyarakat merupakan langkah yang sangat tepat dalam upaya mempercepat edukasi ICT (Information & Communications Technology) terhadap. Hal yang sama juga dilakukan oleh Depkominfo, yaitu dengan mengintegrasikan dan mensinergikan seluruh sumberdaya sehingga kedepan akan muncul industri atau kegiatan bisnis yang berbasis kreatifitas dengan memanfaatkan fasilitas ICT yang ada.Sambil melakukan dialog santai, kepada komunitas ICT Medan, Cahyana menjelaskan bahwa untuk mendorong agar komunitas ICT tetap berjalan maka sebuah komunitas itu harus ada sarana pengikat.
Dengan kondisi keanggotaan yang bersifat collaboration horizontal (tanpa strata dan tanpa ikatan formal) maka dibangunnya Indigo Learning Center bisa dijadikan sebagai sarana tersebut.Selain itu, komunitas IT tersebut juga harus mampu menyosialisasikan program-program baru seputar perkembangan terakhir ICT (technology up date), mampu memberikan nilai tambah atau value bagi anggotanya (fungsi advokasi), yaitu berupa pengakuan terhadap produk yang dihasilkan serta adanya perlindungan terhadap produk yang dihasilkan.Sementara yang terakhir, menurut Cahyana Ahmadjayadi bahwa kegiatan atau yang dihasilkan komunitas IT tersebut harus memberikan kemanfaatan atau benefit bagi anggota yang ada dikomunitas tersebut.Sementara itu, Executive General Manager Divre I Sumatra, Muhammad Awaluddin menyebutkan, bahwa sebelum dijadikan Indigo Learning Center, Gedung Telkom ini memang sebelumnya sempat dipakai oleh Unit Wartelko. Mengingat unit yang khusus menangani pelayanan masalah Warung Telkom sekarang dipindahkan ke Plasa Telkom dibawah Customer Care maka lokasi ini lalu sempat ditinggalkan beberapa saat, yang akhirnya pada tanggal 02 Mei 2008 dialihfungsikan menjadi Speedy Learning Center atau sekarang dikenal sebagai Indigo Learning Center. Ditambahkannya, dulunya lokasi ini terlihat sepi, namun setelah Indigo Learning Center ini dibangun sekarang Nampak lebih ramai. Setidaknya ada lebih dari 20 pengunjung setiap harinya, yang melakukan akses internet dari pagi hingga malam.
“Saking maniaknya bermain internet diantara mereka bahkan ada yang nongkong sampai jam 02.00 pagi”, ujar Muhammad Awaluddin.Indigo Learning Center yang berlokasi di Kantor Telkom – Jl Monginsidi Medan merupakan tempat interaksi dan pembelajaran secara elektronik (e-Learning) yang bisa diakses secara online (web portal). Fasilitas ini disediakan gratis oleh Telkom yang diperuntukkan bagi komunitas siswa atau guru, mahasiswa/dosen dan masyarakat luas pemerhati ICT.Untuk mendapatkan layanan ini, kata Muhammad Awaluddin, masyarakat diminta melakukan registrasi dulu sebagai peserta, dan bagi peserta yang sudah terdaftar dapat mengakses web portal e-Learning darimanapun secara online.Selain mendapatkan fasilitas seperti itu, Muhammad Awaluddin juga menyebutkan, para peserta juga akan mendapatkan pelatihan perihal ICT, diantaranya meliputi pengenalan internet, pengaduan instalasi Speedy, game online dan berbagai kompetisi, seperti try out, lomba tulis puisi dan esai serta pengajaran seputar frontpage, PHP, HTML, Design Web, Photoshop, Blog dll“Fasilitas seperti ini akan terus dikembangkan di seluruh Sumatra dalam rangka mempercepat edukasi ICT kepada masyarakat, selain upaya lain berupa pembangunan infrastruktur Speedy, Pembangunan Komunitas ICT dan Pengembangan Content”, papar Muhammad Awaluddin.
1 komentar:
mantap ,Mmaju trusss
Posting Komentar